MEDIA PEMBELAJARAN TENTANG SURAT ALI IMRAN AYAT 64 DAN AL-BAQOROH AYAT 256
Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti Kelas V
Bab 6: Hidup Damai dalam Kebersamaan
Mempelajari Q.S. Ali 'Imran/3: 64 & Al-Baqarah/2: 256
Indahnya Hidup Rukun
Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama. Seperti gambar-gambar yang ada di buku pelajaran, kita melihat indahnya persahabatan yang saling menolong dan bergotong royong tanpa memandang perbedaan agama.
Bagaimana caranya agar bangsa kita tetap terjaga kerukunannya di tengah perbedaan? Al-Qur'an memberikan petunjuk melalui Q.S. Ali 'Imran/3: 64 dan Al-Baqarah/2: 256.
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, peserta didik diharapkan mampu:
- Meyakini kebenaran pokok Al-Qur'an Surah Ali 'Imrān/3: 64 dan Al-Baqarah/2: 256.
- Membaca kedua surah tersebut dengan fasih dan tartil.
- Menjelaskan pesan pokok kedua surah tersebut.
- Menemukan perilaku yang sesuai dengan isi kandungan ayat.
Membaca Al-Qur'an
Sebelum membaca, awali dengan berwudu, menutup aurat, dan membaca isti'āzah serta basmalah.
1. Surah Ali 'Imran Ayat 64
قُلْ يَأَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللَّهِ ۚ فَإِن تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ
Ilmu Tajwid (Ali 'Imran/3: 64):
- يَأَهْلَ (Yaa Ahla): Huruf Ya (ي) dibaca panjang antara 2 sampai 5 harakat (Mad Jaiz Munfasil).
- سَوَاءٍ بَيْنَنَا (Sawaa-im Bainana): Tanwin bertemu huruf Ba (ب). Bacaan berubah menjadi Mim (Iqlab), ditahan/dengung 2 harakat.
2. Surah Al-Baqarah Ayat 256
لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَن يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِن بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Ilmu Tajwid (Al-Baqarah/2: 256):
- لَا إِكْرَاهَ (Laa Ikraaha): Huruf Lam (ل) dibaca panjang 2-5 harakat karena bertemu Hamzah di lain kalimat (Mad Jaiz Munfasil).
- فِي الدِّينِ (Fiddiin): Alif lam syamsiyah (Idgham Syamsiyah), huruf lam tidak dibaca, langsung masuk ke huruf Dal.
Arti Kata (Mufradat)
Pelajari arti kata perkata di bawah ini untuk memahami makna ayat secara utuh.
1. Mufradat Q.S. Ali 'Imran/3: 64
| Lafal (Arab) | Arti (Indonesia) |
|---|---|
| قُلْ يَأَهْلَ الْكِتٰبِ | Katakanlah: "Wahai Ahli Kitab" |
| تَعَالَوْا | Marilah (kita) |
| إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَاءٍ | Menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama |
| بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ | Antara kami dan kamu |
| أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ | Bahwa kita tidak menyembah selain Allah |
| وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا | Dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun |
| وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا | Dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain |
| أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللَّهِ | Tuhan-tuhan selain Allah |
| فَإِن تَوَلَّوْا | Jika mereka berpaling |
| فَقُولُوا اشْهَدُوا | Maka katakanlah: "Saksikanlah" |
| بِأَنَّا مُسْلِمُونَ | Bahwa kami adalah orang Muslim |
2. Mufradat Q.S. Al-Baqarah/2: 256
| Lafal (Arab) | Arti (Indonesia) |
|---|---|
| لَا إِكْرَاهَ | Tidak ada paksaan |
| فِي الدِّينِ | Dalam agama |
| قَد تَّبَيَّنَ | Sesungguhnya telah jelas |
| الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ | Jalan yang benar dari jalan yang sesat |
| فَمَن يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ | Barang siapa ingkar kepada Thaghut |
| وَيُؤْمِن بِاللَّهِ | Dan beriman kepada Allah |
| فَقَدِ اسْتَمْسَكَ | Maka sungguh ia telah berpegang |
| بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ | Kepada tali yang teguh |
| لَا انفِصَامَ لَهَا | Yang tidak akan putus |
| وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ | Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui |
Pesan Pokok Ayat
Berikut adalah kandungan dan pesan utama dari kedua surah yang dipelajari.
Pesan Q.S. Ali 'Imran Ayat 64
- Ajakan Persatuan (Kalimatun Sawa): Ayat ini mengajarkan kita untuk mencari titik temu atau persamaan dengan pemeluk agama lain, bukan mencari perbedaan yang menimbulkan perpecahan.
- Tauhid (Mengesakan Allah): Pondasi utama umat Islam adalah hanya menyembah Allah Swt. dan tidak menyekutukan-Nya.
- Tidak Menghambakan Manusia: Manusia adalah setara. Tidak boleh ada yang menganggap dirinya atau orang lain sebagai tuhan yang harus disembah.
- Sikap Teguh Pendirian: Jika ajakan kebaikan ditolak, seorang Muslim harus tetap teguh menyatakan identitas keislamannya dengan santun.
Pesan Q.S. Al-Baqarah Ayat 256
- Tidak Ada Paksaan (Laa Ikraaha): Islam menjamin kebebasan beragama. Tidak boleh memaksakan seseorang untuk masuk Islam karena iman harus tumbuh dari kesadaran hati.
- Kebenaran vs Kesesatan: Allah telah menjelaskan mana jalan yang benar (rusyd) dan mana jalan yang sesat (ghayy) melalui Al-Qur'an dan Rasul-Nya.
- Menjauhi Thaghut: Orang beriman harus meninggalkan segala sesembahan selain Allah (thaghut).
- Berpegang Teguh: Barang siapa beriman kepada Allah, ia bagaikan berpegang pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus selamanya.